Kolaborasi Kemanusiaan Sabana Plus & Sabana Foundation bersama Sahabat Yatim hadir untuk membantu para penyintas banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ribuan keluarga kini berjuang di tengah gelapnya malam tanpa listrik, minimnya makanan, dan akses yang terputus.

Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah meninggalkan duka yang mendalam. Data terbaru dari BNPB mencatat bahwa 990 jiwa telah meninggal dunia, 222 orang masih dinyatakan hilang, dan lebih dari 5.400 korban mengalami luka-luka. Ratusan ribu keluarga terpaksa kehilangan rumah, harta benda, serta rasa aman yang selama ini mereka miliki.
Data terbaru saat ini total ada 52 kabupaten/kota yang terdampak di tiga provinsi utama di Pulau Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

sumber: kompas.com
Aceh: Masih banyak desa terisolasi akibat jalan jembatan putus dan longsor
- Wilayah terdampak utama: Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Subulussalam, Lhokseumawe.
- Jumlah Korban sekitar 407 meninggal, 36–31 orang hilang, dan 4.300 luka (Seiring berjalannya evakuasi angka ini akan terus berubah).
- Banyak desa masih terisolasi akibat jalan jembatan putus dan longsor sehingga distribusi logistik darat terhambat; gangguan telekomunikasi pada beberapa titik sebelum penyediaan solusi satelit; kebutuhan bahan pangan, obat, selimut, dan layanan medis darurat masih menumpuk di wilayah pedalaman.

Sumatera Utara: Banyak titik pengungsian butuh suplai gizi, air bersih, dan obat.
- Wilayah terdampak utama: Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Langkat, Medan, Deliserdang, Binjai, Asahan, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Padang Lawas, Sibolga
- Jumlah Korban: 343 meninggal dunia, 97+ masih dinyatakan hilang dan 698 orang mengalami luka-luka. 53.751 jiwa masih tercatat mengungsi. (Seiring berjalannya evakuasi angka ini akan terus berubah).
- Banyak kecamatan masih akses darat belum tembus sehingga logistik harus lewat helikopter/airdrop, titik pengungsian butuh suplai gizi, air bersih, dan obat, ada keterlambatan di beberapa titik karena medan berat, evakuasi dan pencarian korban masih intensif.

Sumatera Barat: karena longsor besar dan jalan putus sehingga distribusi bantuan darat terhambat
- Wilayah terdampak utama: Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Kota Padang, Padang Panjang, Kepulauan Mentawai.
- Jumlah Korban: 240 orang meninggal dunia, 95 orang hilang, 113 luka-luka dan 256.881 jiwa terdampak. (Seiring berjalannya evakuasi angka ini akan terus berubah).
- Beberapa nagari dan kecamatan masih terisolasi karena longsor besar dan jalan putus sehingga distribusi bantuan darat terhambat. Bantuan udara (airdrop/helikopter) digunakan di beberapa titik namun kapasitas terbatas.
Melalui gerakan “Bergandeng Tangan Bantu Sumatera – Satu Aksi, Sejuta Harapan untuk Saudara Kita”, Sabana Plus & Sabana Foundation bersama Sahabat Yatim mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk hadir dan menjadi bagian dari upaya pemulihan para penyintas banjir Sumatera. Setiap kontribusi dalam campaign ini akan digunakan untuk menyalurkan bantuan penting seperti:
- Makanan siap saji
- Air bersih & hygiene kit
- Selimut & alas tidur
- Obat-obatan
- Bantuan evakuasi
- Penerangan darurat
- Perbaikan akses dan jembatan
- Dukungan psikososial untuk anak & keluarga

sumber: news.detik.com
Saat ini, mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita. Di tengah rasa takut, kehilangan, dan ketidakpastian, bantuan Anda bisa menjadi penerang bagi para korban bencana banjir dan longsor. Salurkan bantuan secara mudah dengan cara:
- Klik DONASI SEKARANG
- Masukkan Nominal Donasi
- Pilih Metode Pembayaran (GOPAY, Transfer Bank, Virtual Account, Kartu Kredit)
- Segera transfer sesuai nominal jika menggunakan Transfer bank & Virtual Account
Mari bersama-sama hadir untuk saudara-saudara kita yang sedang berjuang melewati masa sulit ini.